Yang kurasakan selarang adalah, ada yg mengganjal di hatiku,
Padahal aku seneng-seneng saja plang sendiri, bisa pake headset denger musik. Berdiri. Atau duduk namun kok malam ini seperti ada gak rela gitu.
Jadi habis share pesat ustadzah soal bagaimana anak sulung kami memecahkan masalah rasa bersalahnya karena menjatuhkan laptop, intinya kamu terharu dengan apa dan tindakan yang dilakukan anak kami.
Dan dia pengen bareng pulang naek kereta, ya tiap hari memang perjalanan kami dengan kereta.. bolak balik jakarta lintas kota lintas provinsi.
Aku dan istriku bekerja.
Ya dia bilang d chat WA ingin plang bareng, mungkin karena suasana haru.
Tapi dia ada meeting, infonya paling sebentar lagi selesai, jam sudah menunjukan pkl. 8 malam lewat.
Dan mengabarkan paling sebentar lagi selesai, dan dia akan langsung ke tebet dari kuningan jakarta.
Namun begitu jam 9, akupun baru sampai di parkiran stasiun, dia chat meminta maaf, lanjut meeting, pindah tempat.
Itu sudah jam 9,
Dia bilangnya karena meeting sebelumnya bareng dengan semua karyawan kantor, nah saat ini lanjut meeting bareng bos, dan petinggi kantornya, 4 orang katanya, nyari tempat deket tebet agar bs langsung plang ke stasiun tebet klo dah selesai.
Tapi kok ada yg mengganjel, serasa gak rela.. padahal di rumah juga cuma tidur..
Bingung gw.
Apa mungkin ini yang namanya suami kalah sama bos istri.
Demi gaji, istri lebih milih pulang malam meeting.
Dari pada dirumah dengan suami nya.
Aq g tenang, ingin dia pulang.
Dia kerja untuk keluarga, okelah memang gaji ku umr.. tp apa harus seperti ini, aq pulang sendiri di kereta (walau memang sering nya sendiri).
Tapi kok jadi g tenang, ada rasa gelisah, mempertanyakan kenapa lanjut meeting …
Gw siapa coba..
Klo memang atas nama uang, kenapa gua gak pernah merasa rasakan uang nya.
Apa gw minta aja ya, tuntut uang, buat konpensasi karena gak ada dia di rumah.
Jam 10 udah lewat, tadi waktu minta maaf dan izin dia bilang estimasi jam 10 selesai, wajar gak sih kam 10.13 ku tanya sudah di kereta apa belum..
Karena sudah 5 menit gak ada jawaban, ku kira masih meeting, dengan sarkas ku bilang maaf ya ganggu
Mungkin gak sih gw terlalu egois, pengen setidaknya dia kabarin gitu..
Kalau udah jam 10.00 blm selesai atau gimana..
Gw gak larang dia kalau mau kerja silahkan tapi kan gw juga butuh dia..
Sekarang gini, siang kami sama-sama gak komunikasi, ya wajar lah ya.. karena sama-sama kerja di jam kantor, pulang kerja malam nih di perjalanan, bisa kali komunikasi.
Yang ada kita pulang malam, komunikasi gak ada, dirumah pasti ngantuk langsung tidur, besokan nya gitu lagi terluang terus.
Comments
Post a Comment