Aku ini adalah seorang istri dan ibu yang memiliki 3 orang anak yang lucu-lucu, kata orang seorang istri itu harus NURUT apa kata suaminya.
Aku berusaha sebisa mungkin untuk menjadi Istri seperti yang dia mau, memasak makanan untuknya, menyiapkan makanan, mengurus 3 orang anak, dan yang wajib lagi menjaga badan agar tetap kurus.
Kalau sudah agak gendut pasti dia selalu komentar yang nyakitin aku.
Serba salah. Gak tau harus bagaimana.
Semua usaha runtuh setelah kejadian 3 tahun silam. Walaupun itu kejadian 3 tahun yang lalu, tapi rasa sakitnya gak hilang. Yang hilang cuma rasa CINTA. tapi kalau dipikir pikir pernikahan itu bukan soal rasa. Menurutku hal yang bodoh jika perceraian terjadi karena tidak ada lagi CINTA.
Tetapi kenapa DIA dengan mudahnya bilang "KITA CERAI SAJA", "DAN MINTA PEMBAGIAN HARTA"
Aku kira aku baik-baik saja setelah melupakan semuanya,
Aku kira aku baik-baik saja setelah aku menahan emosi dan kekesalan semuanya,
Namun saat ini aku merasakan hal yang tidak tau seperti apa, sulit tidur, kadang merasa diri tidak berharga, insecure dan overthinking berlebihan.
Kondisi semakin parah ketika suatu malam, aku bertengkar dengan DIA, tiba-tiba saat aku tidur dia menarik celana yang kukenakan dia mencoba memaksakan (HS), sontak aku kaget dan merasakan SAKIT.
Aku ini ISTRI atau OBJEK ??
Serasa makin parah ketika ada fikiran untuk menyakiti diri sendiri. Setelah kejadian itu aku lari ke kamar mandi, aku banting pintu, aku banting barang-barang yang ada di kamar mandi, semakin merasa sesak dada dan ingin meluapkan emosiku, yang tidak bisa ku luapkan itu kepada suamiku. Aku coba jambak rambutku, aku benturkan kepalaku ke tembok berkali-kali.
Aku tidak tau harus bagaimana lagi caranya menyampaikan keluh kesahku kepada suamiku. Sama sekali dia tidak menanggapinya dengan BAIK. Padahal aku juga punya kebutuhan dan kepuasan yang aku butuhkan. Tapi itu TIDAK BISA KUDAPATKAN darinya.
Tapi lagi-lagi aku harus terima apapun itu mau aku benar atau salah.
Karena apapun yang aku ucapkan, aku yang selalu dianggap SALAH.
Dan kata-kata itu selalu menempel di OTAK KU.
AKU YANG SELALU SALAH.
Comments
Post a Comment